Kalau bukan karena kakakku, KH. Islahuddin, aku tak terbayang berkampanye sampai di puncak gunung yang luar biasa ini, Nanggrong Wonolelo, takkan kulupakan sebagai bagian dari ikhtiar yang kulakukan.Dijalan setapak yang hanya muat untuk dilewati satu kendaraan, pertemuan dengan para petani setempat yang menggarap lahan miring, sangat berkesan.
Warga yang polos dan bersahabat menyambut kami, ngobrol dengan sangat-sangat hangat, dalam pelukan udara dingin pegunungan, ditemani segelas teh yang diminum dengan makan gula jawa, sungguh nikmat. Dan tentu kami tak diperbolehkan pulang sebelum menyantap makan siang dengan sayur tahu dan dadar telor yang lezat.
Warga Nanggrong, thanks a lot!

Secangkir harapan, sepiring doa, segelas rindu dimeja makna.
BalasHapusWahai jiwa yangg selalu menggembirakan dirinya dengan kesyukuran, mencukupkan dg asma Tuhan & mengerang pd penderitaan insani.
Engkaulah matahari itu sejatinya, awan itu sesungguhnya, jiwa binar menyambut tantangan demi tantangan kerana bunga yangg akan tumbuh disetiap sukma, menabur semerbak mewangi disemua putik kembang.
Padamu yg berjuang demi keindahan dalam hakikat pencapaian, Selamat berjuang bagimu..