Berbulan-bulan saya kelilingi dapil Jateng VI tempat saya ditugaskan oleh PKS sebagai caleg, pelosok-pelosok desa di Magelang, Temanggung, Wonosobo saya singgahi dengan keinginan bersilaturahim dan memmperkenalkan diri kepada masyarakat banyak. Saya sering terharu dengan ketulusan masyarakat di pelosok desa yang sudah sangat gembira dengan dikunjungi oleh seorang Caleg yang notabene Caleg DPR-RI, hal itu semua membuat saya melupakan kelelahan fisik ketika selama ini harus keluar dari rumah pagi hari, dan pulang larut malam (kalau bisa sampai rumah jam 12 malam itu sudah bagus, lebih sering baru tiba jam 2 pagi).
Saya bersyukur kelelahan fisik tidak terlalu menjadi masalah.
Namun demikian, ada pula sekelompok orang yang membuat saya, cape ati.
Salah satu hal yang membuat saya prihatin adalah persaingan para caleg terutama caleg DPRD kabupaten yang sekarang ini begitu pragmatis, alih-alih memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, mereka malah bersaing untuk menjanjikan hal-hal yang tidak relevan dengan posisi mereka sebagai caleg. Banyak caleg sekarang merubah penampilan bak sinterklas, bagi-bagi hadiah kesana-sini, obral janji-janji yang 80% saya yakini tidak akan bisa mereka wujudkan.
Saya sering mendengar orang mengatakan, bahwa sekarang masyarakat "sudah cerdas", mereka tidak mau tertipu lagi seperti pada PEMILU 2004 yang bersedia memilih caleg hanya karena dijanjikan ini-itu, Maka sekarang kalau ada caleg yang menjanjikan sesuatu, masyarakat harus minta DP alias uang muka. Saya jadi ngeri, kok seperti "dagang sapi" beneran.
Menurut saya hal itu bukan merupakan kecerdasan, kata-kata "cerdas" telah diperkosa. Hal itu menunjukkan betapa sebagian masyarakat telah menjadi sangat pragmatis, dan terjebak dalam kepentingan sesaat yang akan merusak moral para caleg 5 tahun kedepan, seandainya mereka berhasil duduk di bangku wakil rakyat.
Untuk itu saya mengajak para caleg yang memiliki niat bersih, untuk tetap istiqomah dan tidak menghalalkan segala cara, lebih baik KALAH TERHORMAT, daraipada MENANG secara HINA!
Kamis, 29 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar